10 Januari 2013

Manfaat kerse atau Talok





Haris HS | 00.23 | In | 0 Comments


Siapa yang tidak kenal dengan buah kersen yang kalau di Jakarta suka disebut dengan buah ceri. Buahnya kecil dan rasanya manis. Untuk lebih jelas kita tanya sama Om wiki, Silahkan Om "Kersen atau talok (Muntingia calabura L.) adalah sejenis pohon sekaligus buahnya yang kecil dan manis berwarna merah cerah. Di beberapa daerah, seperti di Jakarta, buah ini juga dinamai ceri (untuk ceri yang sebenarnya, lihat artikel ceri). Di Lumajang, anak-anak menyebutnya baleci. Nama-nama lainnya di beberapa negara adalah datiles, aratiles, manzanitas (Filipina); mât sâm (Vietnam); khoom sômz, takhôb (Laos); takhop farang (Thailand); krâkhôb barang (Kamboja); dan kerukup siam (Malaysia).
Juga dikenal sebagai capulin blanco, cacaniqua, nigua, niguito (bahasa Spanyol); Jamaican cherry, Panama berry, dan Singapore cherry (Inggris). Orang Belanda dulu menyebutnya Japanse kers ("ceri jepang"), yang lalu dari sini diambil menjadi kersen dalam bahasa Indonesia atau ada yang menyebutnya ceri.

Kersen merupakan salah satu jenis pohon pinggir jalan yang umum sekali dijumpai, terutama di wilayah-wilayah yang kering. Kersen tumbuh sendiri di pekarangan dan sepanjang halaman muka rumah, di tempat yang tak ada pohon lain dapat tumbuh.

Menurut Nugrahini(mahasiswa Jurusan Pendidikan IPA Fakultas MIPA UNY),ditinjau dari segi kandungan gizinya buah kersen tidak kalah dengan buah yang lain misalnya mangga. Kandungan vitamin C buah mangga 30 mg, sedangkan pada buah kersen 80,5 mg, selain itu kandungan kalsium pada buah kersen 124,6 mg, jauh lebih banyak dari buah mangga yang hanya 15 mg.

“Di Indonesia secara tradisional buah kersen digunakan untuk mengobati asam urat dengan cara mengkonsumsi buah kersen sebayak 9 butir 3 kali sehari dan terbukti dapat mengurangi rasa nyeri yang ditimbulkan dari penyakit asam urat,” ungkapnya seraya menambahkan, rebusan daun kersen juga memiliki khasiat Anti radang dan menurunkan panas bahkan kandungan dan rebusan daun kersen ternyata dapat berkhasiat sebagai pembunuh mikroba berbahaya dan dapat digunakan sebagai anti septik.

Zat zatyang terkandung dalam kersen:

Air (77,8 gram)
Protein (0,384 gram)
Lemak (1,56 Gram)
Karbohidrat (17,9 gram)
Serat (4,6 gram)
Abu (1,14 gram)
Kalsium (124,6 mg)
Fosfor (84mg)
Besi (1,18 mg)<
Karoten (0,019g)
Tianin (0,065g)
Ribofalin (0,037g)
Niacin (0,554 g)
Kandungan Vitamin C (80,5 mg)
nilai Energi yang dihasilkan adalah 380KJ/100 gram


Manfaat daun dan buah keres:

1.ANTISEPTIK – Rebusan daun kersen ini ternyata mempunyai khasiat dapat membunuh mikroba atau sebagai antiseptik.

Rebusan daun kersen terbukti dapat membunuh bakteri sbb: C. Diptheriae , S. Aureus, P. Vulgaris, S. Epidemidis, dan K. Rhizophil.

Diduga aktivitas anti bakteri dari daun kersen ini disebabbkan oleh adanya kandungan senyawa seperti tanin, flavonoids dan saponin yang dimilikinya.

2.ANTIINFLAMASI – Rebusan daun kersen juga mempunyai khasiat untuk mengurangi radang (antiinflamasi) dan juga menurunkan panas.

3.ANTITUMOR – Daun kersen dilaporkan juga mempunyai efek anti tumor, dimana kandungan senyawa flavonoid yang dipunyai daun kersen ini ternyata dapat menghambat pertumbuhan sel kanker secara invitro/laboratoris.

4. ANTI URIC ACID (ASAM URAT)
Di Indonesia secara tradisional buah kersen telah digunakan untuk mengobati asam urat dengan cara mengkonsumsi buah kersen sebayak 9 butir 3 kali sehari. Hal ini terbukti dapat mengurangi rasa nyeri yang ditimbulkan dari penyakit asam urat tsb.

Read more ...

Abortus





Haris HS | 00.22 | In | 0 Comments

ABORTUS
Definisi
Abortus adalah istilah yang diberikan untuk semua kehamilan yangberakhir sebelum periode viabilitas janin, yaitu yang berakhir sebelumberat janin 500 gram. Bila berat badan tidak diketahui, maka perkiraan lama kehamilan kurang dari 20 minggu lengkap (139 hari), dihitung darihari pertama haid terakhir normal yang dapat dipakai.
  • Abortus iminens
keadaan dimana perdarahan berasal dari intrauteriyang timbul sebelum umur kehamilan lengkap 20 minggu dengan atautanpa kolik uterus, tanpa pengeluaran hasil konsepsi dan tanpa diatasiserviks.
  • Abortus insipiens
keadaan perdarahan dari intrauteri yang terjadidengan dilatasi serviks kontinu dan progresif, tetapi tanpa pengeluaran hasil konsepsi sebelum umur kehamilan lengkap 20 minggu.
  • Abortus inkompletus
 keluarnya sebagian, tetapi tidak seluruh hasil konsepsi sebelum umur kehamilan lengkap 20 minggu.
  • Abortus kompletus
keluarnya seluruh hasil konsepsi sebelum umur kehamilan lengkap 20 minggu.
  • Abortus spontan
 pengeluaran hasil konsepsi tidak disengaja sebelum umur kehamilan lengkap 20 minggu.
  • Abortus diinduksi
 penghentian kehamilan sengaja dengan cara apasaja sebelum umur kehamilan lengkap 20 miggu. Dapat bersifat terapi atau non terapi.
  • Abortus terapeutik
penghentian kehamilan sebelum umur kehamilan lengkap 20 minggu karena indikasi yang diakui secara medis, dan dapat diterima secara hukum.
  • Abortus habitualis
terjadinya tiga atau lebih abortus spontan berturut-turut.
  • Abortus terinfeksi
abortus yang disertai infeksi organ genitalia.
  • Abortus septik
abortus yang terinfeksi dengan penyebaran mikroorganisme dan produknya kedalam sirkulasi sistemik ibu.
  • Missed abortion
 abortus yang embrio atau janinnya meninggal dalam uterus sebelum umur kehamilan 20 minggu, tetapi hasil konsepsi tertahan dalam uterus selama 8 minggu atau lebih.
Prinsip Dasar
Kira-kira 12 – 15% dari seluruh kehamilan berakhir spontan sebelum umur kehamilan 20 minggu. Sehingga, tidak mungkin mengetahui pada permulaannya, apakah abortus iminens akan berlanjut ke abortus insipiens, inkompletus atau kompletus. 60% faktor penyebab adalah genetik . USG dapat menentukan denyut jantung janin (> 5mm) dan membantu menentukan kelainan organik (anensefalus, NT >3mm)
Diagnosis
Anamnesis – riwayat haid, gejala hamil, perdarahan pervaginam, nyeri abdomen
Pemeriksaan fisik – umum, abdomen, pelvis.
Tes tambahan – tes HCG, USG, tes koagulasi.
Manajemen
Pada keadaan iminens, tirah baring tidak memberikan hasil lebih baik (IA), namun dianjurkan untuk membatasi aktivitas. Upayakan untuk meminimalkan kemungkinan rangsangan prostaglandin. Tidak dianjurkanterapi dengan hormon Estrogen dan Progesteron. Dapat diindikasikan sirklase serviks pada trimester kedua untuk pasien dengan inkompetensiaserviks.
Perdarahan subkhorionik dengan janin normal, sebagian besar akanberakhir dengan kehamilan normal. Sebaliknya pada nir-mudigahdianjurkan untuk evakuasi dengan obat misoprostol atau aspirasi.
Pada keadaan insipiens, umumnya harus dirawat. Karena tidak ada kemungkinan kelangsungan hidup bagi janin, maka dapat diberikan misoprostol untuk mengeluarkan konsepsi, analgetik mungkin diberikan. Demikian pula, setelah janin lahir, kuretase mungkin diperlukan.
Pada keadaan inkompletus, apabila bagian hasil konsepsi telah keluar atau perdarahan menjadi berlebih, maka evakuasi hasil konsepsi segera di indikasikan untuk meminimalkan perdarahan dan risiko infeksi pelvis. Sebaiknya evakuasi dilakukan dengan aspirasi vakum, karena tidak memerlukan anestesi.
Missed abortion sebaiknya dirawat di rumah sakit karena memerluka kuretase dan ada kemungkinan perdarahan banyak serta risiko transfusi.
Prinsip umum terapi abortus septik adalah :
Infeksi harus di kendalikan dengan antibiotik yang tepat. Volume intravaskuler efektif harus dipertahankan untuk memberikan perfusi jaringan yang adekuat. Hasil konsepsi dalam uterus harus dievakuasi, bila perlu dilakukan laparotomi eksplorasi, sampai pengangkatan rahim
Untuk Download Dokumen Klik Disini.
Read more ...

Demam Tifoid





Haris HS | 00.21 | In | 1 Comment

DEMAM TIFOID
PENGERTIAN
Demam tifoid merupakan penyakit sistemik akut yang disebabkan oleh infeksi kuman
Salmonella typhi atau Salmonella paratyphi.




DIAGNOSIS
  •  Anamnesis : demam naik secara bertangga pada minggu pertama lalu demam menetap (kontinyu) atau remiten pada minggu kedua. Demam terutama sore / malam hari, sakit kepala, nyeri otot, anoreksia, mual, muntah, obstipasi atau diare.
  • Pemeriksaan Fisis : febris, kesadaran berkabut, bradikardia relatif (peningkatan suhu 10C tidak diikuti peningkatan denyut nadi 8x/menit), lidah yang berselaput (kotor ditengah, tepi dan ujung merah, serta tremor), hepatomegali,splenomegali, nyeri abdomen, roseolae (jarang pada orang Indonesia).
  • Laboratorium : dapat ditemukan lekopeni, lekositosis, atau lekosit normal, aneosinofilia, limfopenia, peningkatan Led, anemia ringan, trombositopenia, gangguan fungsi hati. Kultur darah (biakan empedu) positif atau peningkatan titer uji Widal >4 kali lipat setelah satu minggu memastikan diagnosis. Kultur darah negatif tidak menyingkirkan diagnosis. Uji Widal tunggal dengan titerantibodi O 1/320 atau H 1/640 disertai gambaran klinis khas menyokong diagnosis. Hepatitis Tifosa Bila memenuhi 3 atau lebih kriteria Khosla (1990) : hepatomegali, ikterik, kelainan laboratorium (antara lain : bilirubin >30,6 umol/l, peningkatan SGOT/SGPT, penurunan indeks PT), kelainan histopatologi. Tifoid Karier Ditemukannya kuman Salmonella typhi dalam biakan feses atau urin pada seseorang tanpa tanda klinis infeksi atau pada seseornag setelah 1 tahun pasca-demam tifoid.
DIAGNOSIS BANDING
  • Infeksi virus, malaria
PEMERIKSAAN PENUNJANG
  • Darah parifer lengkap, tes fungsi hati, serologi, kultur darah (biakan empedu)
TATALAKSANA
Di daerah endemik, lebih dari 60-90 % kasus demam tifoid dirawat di rumah dengan pemberian antibiotik dan tirah baring (bed rest). Jika tidak memungkinkan untuk di rawat di rumah atau terjadi komplikasi sebaiknya dirawat di rumah sakit. Selain pengobatan (medikamentosa) juga ada pengobatan non-medikamentosa untuk membantu proses penyembuhan demam tifoid.
Tatalaksana medikamentosa (obat-obatan) untuk demam tifoid:
  • Antibiotik
Untuk membunuh kuman S typhi Awalnya antibiotik yang digunakan untuk mengobati demam tifoid adalah kloramfenikol. Selain kloramfenikol, amoxicillin dan trimethoprim–sulfamethoxazole (TMP-SMX) juga dapat digunakan. Golongan florokuinolon (ofloksasin atau ciprofloksasin) dalam jangka waktu pendek (3-7 hari) juga terbukti ampuh dalam mengobati S typhi. Akan tetapi, obat ini masih kontroversi untuk digunakan pada anak-anak atau wanita hamil. Obat ini dapat mengganggu pertumbuhan tulang rawan anak. Selain itu, di beberapa daerah mulai muncul pula spesies S typhi yang resisten terhadap florokuinolon. Jika kuman S typhi sudah resisten dengan florokuinolon, maka azitromisin dan golongan sefalosporin generasi terbaru (misalnya cefixime atau ceftriakson) dapat digunakan. Ceftriakson cukup aman untuk anak-anak dan wanita hamil.
  • Antipiretik, untuk mengurangi rasa tidak nyaman yang timbul akibat demam
    Untuk anak-anak, bisa digunakan Paracetamol dengan dosis 10-15 mg/kg BB, setiap 4-6 jam.
  • Steroid, hanya untuk demam tifoid yang berat, yaitu ensefalopati tifoid yang ditandai dengan penurunan kesadaran, koma, syok
Biasanya diberikan di rumah sakit karena butuh pengawasan ketat. Dapat digunakan Deksametason dengan dosis awal 3 mg/kg BB diikuti dengan 1 mg/kg BB setiap 6 jam selama 48 jam.untuk download dokumen Klik disini
Read more ...

Diabetes dan Kehamilan





Haris HS | 00.20 | In | 0 Comments

Un
DM PADA KEHAMILAN (DIABETES MILLITUS GESTASIONAL)
PENGERTIAN
Diabetes Mellitus Gestasional (DMG) didefinisikan sebagai gangguan toleransi glukosa berbagai tingkat yang diketahui pertama kali saat hamil tanpa membedakan apakah penderita perlu mendapat insulin atau tidak. Pada kehamilan trimester pertama kadar glukosa akan turun antara 55-65% dan hal ini merupakan respon terhadap transportasi glukosa dari ibu ke janin. Sebagian besar DMG asimtomatis sehingga diagnosis ditentukan secara kebetulan pada saat pemeriksaan rutin.
GEJALA UMUM DARI DIABETES MELITUS (DM)
  • Banyak kencing (poliuria).
  •  Haus dan banyak minum (polidipsia), lapar (polifagia).
  •  Letih, lesu.
  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya
  •  Lemah badan, kesemutan, gatal, pandangan kabur, disfungsi ereksi pada pria, dan pruritus vulvae pada wanita
Pada DM dengan kehamilan, ada 2 kemungkinan yang dialami oleh si Ibu:
1. Ibu tersebut memang telah menderita DM sejak sebelum hamil
2. Si ibu mengalami/menderita DM saat hamil
KLASIFIKASI DM DENGAN KEHAMILAN MENURUT PYKE:
  1. Klas I : Gestasional diabetes, yaitu diabetes yang timbul pada waktu hamil dan menghilang setelah melahirkan.
  2. Klas II : Pregestasional diabetes, yaitu diabetes mulai sejak sebelum hamil dan berlanjut setelah hamil.
  3. Klas III : Pregestasional diabetes yang disertai dengan komplikasi penyakit pembuluh darah seperti retinopati, nefropati, penyakit pemburuh darah panggul dan pembuluh darah perifer.
90% dari wanita hamil yang menderita Diabetes termasuk ke dalam kategori DM Gestasional (TipeII) dan DM yang tergantung pada insulin (Insulin Dependent Diabetes Mellitus = IDDM, tipe I).
DIAGNOSIS
Deteksi dini sangat diperlukan agar penderita DM dapat dikelola sebaik-baiknya. Terutama dilakukan pada ibu dengan factor resiko berupa beberapa kali keguguran, riwayat pernah melahirkan anak mati tanpa sebab, riwayat melahirkan bayi dengan cacat bawaan, melahirkan bayi lebih dari 4000 gr, riwayat PE dan polyhidramnion. Juga terdapat riwayat ibu : umur ibu > 30 tahun, riwayat DM dalam keluarga, riwayat DM pada kehamilan sebelumnya, obesitas, riwayat BBL > 4500 gr dan infeksi saluran kemih berulang selama hamil.
KLASIFIKASI
  • Tidak tergantung insulin (TTI) – Non Insulin Dependent diabetes mellitus (NIDDN) yaitu kasus yang tidak memerlukan insulin dalam pengendalian kadar gula darah.
  • Tergantung insulin (TI) – Insulin dependent Diabetes Melitus yaitu kasus yang memerlukan insulin dalam mengembalikan kadar gula darah.
KOMPLIKASI
  • Maternal : infeksi saluran kemih, hydramnion, hipertensi kronik, PE, kematian ibu
  • Fetal : abortus spontan, kelainan congenital, insufisiensi plasenta, makrosomia, kematian intra uterin,
  • Neonatal : prematuritas, kematian intra uterin, kematian neonatal, trauma lahir, hipoglikemia, hipomegnesemia, hipokalsemia, hiperbilirubinemia, syndroma gawat nafas, polisitemia.
PENATALAKSANAAN MEDIK
Pengobatan medik adalah sangat bijaksana dan bekerja sama dengan ahli penyakit dalam.
  • Diabetes diet
  • Pemberian insulin
PENATALAKSANAAN OBSTETRIK
Pantau ibu dan janin dengan mengukur TFU, mendengarkan DJJ, dan secara khusus memakai USG dan KTG. Lakukan penilaian setiap akhir minggu sejak usia kehamilan 36 minggu. Adanya makrosomia pertumbuhan janin terhambat dan gawat janin merupakan indikasi SC. Janin sehat dapat dilahirkan pada umur kehamilan cukup waktu (40-42 minggu) dengan persalinan biasa.
Ibu hamil dengan DM tidak perlu dirawat bila keadaan diabetesnya terkendali baik, namun harus selalu diperhatikan gerak janin (normalnya >20 kali/12 jam). Bila diperlukan terminasi kehamilan, lakukan amniosentesis dahulu untuk memastikan kematangan janin (bila UK <38 minggu). Kehamilan dengan DM yang berkomplikasi harus dirawat sejak UK 34 minggu dan baisanya memerlukan insulin
Untuk download dokumen klik Disini
Read more ...